Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Buku “Subconscious Mind Writing” Muncul di Kompas

I Ketut Suweca

Koran Kompas terbitan Selasa, 21 Februari 2012, baru saja saya baca. Ada banyak artikel menarik di sana. Di antaranya adalah artikel mengenai Merry Riana yang sukses menjadi pengusaha, berhasil pula menjadi penulis dan motivator.
Yang paling menarik ialah rubrik Bibliotika! pada halaman 35 koran tersebut. Gambar buku karyaku yang diterbitkan oleh Udayana University Press tahun 2011, muncul di situ, disertai dengan ulasan yang cukup untuk memperkenalkan buku berketebalan xiv + 182 dan berbandrol Rp.45.000,- kepada khalayak.
Buku tentang teknik menulis artikel untuk media massa dan dorongan menulis ini sudah beredar di toko-toko buku di Indonesia. Di antaranya di TB Gramedia dan Togamas yang tersebar di beberapa kota besar.

Nah, bagi Anda yang ingin mendapatkan rahasia sukses menjadi penulis artikel di media massa dan ingin merasakan motivasi yang kuat sehingga tergerak menulis, segera dapatkan dan bacalah buku ini. Petiklah manfaat dari buku penuh inspirasi ini.
Read more ...

Buku Baru : Sukses Menulis dengan Memanfaatkan Pikiran Bawah Sadar

Judul : Subconscious Mind Writing: Memanfaatkan      Kecerdasan Luar Biasa Pikiran Bawah Sadar
Penulis : I Ketut Suweca
Penerbit : Udayana University Press, 2011
Halaman : xiv + 182 halaman
ISBN  : 978-602-9042-23-8.



Buku Subconscious Mind Writing berbicara banyak hal tentang dunia tulis-menulis. Diantaranya, tentang bagaimana mendapatkan ide untuk penulisan, menyusun artikel dan mempublikasikannya, serta bagaimana menyikapi artikel yang ditolak. Yang menjadi fokus utama buku ini adalah tentang pemanfaatan kemampuan pikiran bawah sadar dalam menggali ide untuk penulisan, teristimewa ide-ide orisinal.
Banyak penulis yang pada awalnya merasa tidak punya ide untuk ditulis, namun ketika mereka praktik menulis, ternyata ide-ide itu mengalir deras ke luar dari pikiran dan terekam ke dalam bentuk tulisan.
Bagaimana semua itu bisa terjadi? Bagaimana masuk ke dalam suasana itu, yang oleh beberapa kalangan disebut dengan proses trance, meditatif, atau proses kreatif? Jawabannya ada di dalam buku ini.
Di samping menyinggung tentang berbagai hal mengenai seluk-beluk dunia tulis-menulis, termasuk di dalamnya tentang menggali ide dari pikiran bawah sadar dan dari kecerdasan semesta, buku ini juga berisi dorongan menulis untuk para penulis pemula dan calon penulis. Buku yang ber-cover dasar biru ini cocok dibaca oleh para siswa, mahasiswa, guru, dan siapa saja yang tertarik untuk mengetahui dan menekuni dunia penulisan artikel untuk media massa. “Membaca buku ini bukan hanya menemukan hal baru dalam proses penulisan, tetapi juga kiat-kiat untuk dapat menghasilkan karya tulis yang bermutu,” tulis wartawan senior, Widminarko, dalam endorsement-nya.
Read more ...

Yudi Latif dengan Negara Paripurna

I Ketut Suweca

Informasi tentang buku karya Yudi Latif yang berjudul lengkap Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas, saya dapatkan dari harian Kompas. Beberapa artikel di media nasional itu mengutip pendapat Yudi Latif dalam buku ini. Saya pun penasaran, ingin mengetahui seperti apa wujud dan isi buku tersebut.
Sore hari, usai sembahyang di sejumlah pura saat Hari Raya Galungan, saya dan keluarga singgah ke Toko Buku Gramedia Matahari, Denpasar. Maksud hati memang mencari buku itu dan buku Rosihan Anwar yang berjudul Belahan Jiwa. Menyusuri lapak-lapak buku baru, saya belum juga menemukan buku tersebut. Lalu, saya putuskan bertanya kepada karyawan setempat, dan dia membantu menunjukkan buku yang saya maksud. Eh ternyata, kedua buku baru itu diletakkan berdampingan. Saya sangat ingin membeli kedua-duanya sekaligus, tapi dengan pertimbangan dana, saya putuskan hanya membeli karya Yudi Latif. Buku karya Rosihan Anwar akan saya beli kemudian. Buku Yudi Latif, saya pikir, dapat menjadi sumber referensi penulisan praproposal yang sedang saya susun, sehingga buku karya doktor sosiologi-politik itulah yang saya prioritaskan.

Begitu sampai di rumah, dengan tidak sabar saya membuka buku berharga Rp.195.000,- tersebut. Buku itu berketebalan xxvii + 667 halaman. Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, tahun 2011. Isinya? Buku ini mengandung sejarah Pancasila, sebuah sejarah panjang yang terbentang di belakang kelahirannya. Inilah yang dimaksudkan Yudi Latif dengan historiositas. Keberadaan Pancasila dengan sejarah panjangnya itu secara rasional memang merupakan kehendak bangsa, pilihan terbaik untuk menyatukan keberagaman etnik yang ada di bumi Nusantara. Pancasila adalah jawaban bagi pluralitas bangsa ini. Inilah yang dimaksud oleh si penulis dengan rasionalitas. Dalam buku ini, Yudi Latif berupaya mengkontekstualkan kelima nilai luhur Pancasila dengan kebutuhan kekinian. Inilah rupanya yang dimaksudkan penulisnya dengan aktualitas. Dengan begitu, anak bangsa ini tidak hanya dituntut untuk kembali kepada Pancasila, bahkan juga menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dengan cara mengaktualisasikan ke dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.
Gagasan-gagasan brilian dalam buku ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan enak dibaca tanpa menghilangkan kadar keilmiahannya. Oleh karena itu, karya berharga ini pantas dibaca oleh siapapun yang mengaku sebagai warga negara Indonesia. “… semoga buku ini sedikit banyak  menjadi sumbangan buat dimulainya pencerahan bangsa kita atau aufklarung sebagai titik balik menuju renaissance atau kebangkitan kembali bangsa kita,” tulis ekonom Kwik Kian Gie, dalam endorsement-nya.
Saya membaca buku ini dengan gaya seperti tupai, melompat-lompat, agar segera mengetahui isinya secara sepintas sehingga dapat mengabarkannya di sini. Saya masih harus terus membaca buku ini sampai tuntas, he he.  Selamat sore dan selamat beraktivitas.
Read more ...

Serial I Love Writing di Penerbit

Masih ingatkah sahabat tentang serial I Love Writing kita yang belum lama ini berakhir? Serial tersebut tuntas hingga episode

35. Sejak awal diposting, naskah berseri itu memang direncanakan untuk diterbitkan menjadi buku, termasuk di dalamnya komentar-komentar para sahabat (selektif).
Guna merealisasikan niat itu, baru saja saya membawa draft naskah lengkap serial tersebut ke penerbit Udayana University Press. Direktur penerbitan itu sudah menyatakan kesediaan beliau menerbitkan buku dimaksud. Tetapi, waktu yang dibutuhkan untuk bisa terbit cukup lama, 4 sampai 5 bulan. Mengapa lama? Karena, ada sejumlah naskah lain yang lebih dulu masuk sehingga mesti dikerjakan lebih dulu. Jadi, harus rela ngantre.
Judul buku itu nanti bukan I Love Writing, melainkan Menulis dengan Modal Nekat. Mengapa judul itu dipakai? Sebagaimana diketahui, salah satu satu artikel dalam serial itu berjudul I Love Writing (29) : Menulis dengan Modal Nekat, Bisakah? Postingan itu ternyata paling ramai dikunjungi dan dikomentari oleh para sahabat. Mungkin judul itu terasa ngepop dan mengikuti trend dan ditampilkan cukup lama di halaman depan kompasiana. Akhirnya, judul itulah yang dipakai sebagai judul buku.
Ada tiga orang sahabat yang saya mohonkan endorsement/rekomendasi. Endorsement itu akan dimuat di kulit belakang-luar buku. Beliau adalah Bapak Johan Wahyudi, Bapak Wijaya Kusumah (Omjay), dan Bapak Joko Martono. Terkait dengan hal ini, saya menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada beliau bertiga yang sudah meluangkan waktu menulis endorsement dan mengirimkannya kepada saya melalui e-mail belum lama ini. Terima kasih juga kepada semua sahabat yang telah berkontribusi melalui komentar-komentar yang bermanfaat sehingga membuat buku itu menjadi lebih lengkap, komprehensif, dan semarak.
Kini draft buku itu sudah di penerbit. Mari kita tunggu dengan sabar hasil terbitannya. Sampai jumpa, sahabat.
Read more ...

Segera Terbit, Buku Subconcious Mind Writing

Oleh I Ketut Suweca

Seorang sastrawan, Sunaryono Basuki Ks, pernah mengatakan, ketika sedang menyusun novel ia secara imajiner sering didatangi oleh para tokoh novelnya dan menyuruhnya segera mengetik. Sejak awal ia telah memberi peran kepada masing-masing tokoh fiktifnya itu. Tetapi, yang kemudian terjadi, para tokoh dalam cerita novel itu tidak mau mengikuti peran yang dibuat sang sastrawan. Mereka memberontak! Mereka hanya mau berperan sesuai dengan keinginan mereka masing-masing, dan tak sudi ‘disetir’ oleh sang sastrawan. Dalam keadaan begini, Pak Bas – demikian Sunaryono Basuki Ks biasa dipanggil -- mengaku tidak lebih dari seorang tukang ketik! Sedangkan, ide-ide cerita datang dari para tokoh novelnya itu.
Seorang Andrias Harefa, pengarang tidak kurang dari 38 judul buku, bertutur bahwa menulis membuatnya melayang dan terbang dari kefanaan. “Saat asyik menulis, saya tak bisa mendengar suara-suara yang berkeliaran di sekitar. Saya seolah-olah pindah ke alam lain, ke tempat lain, di mana ide-ide saling berkelindan. Sebutir ide mengejar dan merajut ide lainnya. Kemudian lahirlah anak-anak ide, yang tak ada sebelumnya” tulis Andrias Harefa dalam buku Happy Writing (Gramedia, 2010).
Apa yang sedang terjadi pada sang sastrawan Sunaryono Basuki Ks? Apa pula yang terjadi pada seorang Andrias Harefa? Ringkasnya, apa sesungguhnya yang terjadi pada diri seorang penulis/pengarang sehingga ia dapat menghasilkan setumpuk gagasan yang tidak pernah terpikir sebelumnya? Jawabannya ada di dalam buku yang berjudul lengkap : Subconcious Mind Writing : Memanfaatkan Kecerdasan Luar Biasa Pikiran Bawah Sadar dalam Penulisan. Dengan membaca buku ini Anda akan mengetahui bagaimana masuk ke dalam pikiran bawah sadar atau ke dalam suasana meditatif saat menulis -- sebagaimana mungkin pernah Anda alami. Anda juga akan memahami betapa suasana meditatif atau orang menyebutkannya dengan nama lain seperti ‘proses kreatif’, ‘trance’, ‘state of mind’, atau istilah lainnya itu, sangat kondusif bagi terlahirnya suatu ide beserta anak, buyut, cicit ide-ide yang mengikutinya.
Buku bercover dasar warna biru yang akan segera memasuki pasar perbukuan ini ditulis oleh seorang kompasianer, I Ketut Suweca, (saya sendiri, he he he), diterbitkan Udayana University Press. Bersiap-siaplah untuk memiliki dan membacanya.
Terima kasih sudah menyimak info baru ini. Salam hangat untuk semua sahabat.
Read more ...

Meraup Uang dari Menulis Artikel

I Ketut Suweca

Judul Buku : Menguangkan Ide: Kaya dengan Menulis Artikel
Penulis       : Sudaryanto
Penerbit     : Leutika, Yogyakarta
Cetakan     : Pertama, Maret, 2010.
Tebal         : xiii + 154 hal.


Belakangan ini kegairahan para calon penulis dan penulis pemula untuk menekuni bidang tulis-menulis kian besar saja. Itulah sebabnya mengapa buku-buku yang bertema teori menulis/mengarang semakin laris di pasaran. Daya tarik itu muncul disebabkan oleh sejumlah faktor, diantaranya, lantaran dengan menulis di media massa seseorang dapat memperoleh kepuasan rohani, popularitas, dan imbalan uang.
Sudaryanto, melalui buku ini bertutur banyak seputar dunia tulis-menulis. Ia yakinkan pembaca, bahwa semua orang bisa menjadi penulis asalkan memiliki kemauan dan keuletan merealisasikan niatnya. Sudaryanto juga memaparkan tentang pengertian artikel, karakteristik, syarat-syarat untuk menjadi penulis artikel, dan cara pintar menulis artikel. Dijelaskan pula tentang peluang dan hambatan menulis artikel guna memberikan pemahaman kepada mereka yang tertarik menekuni dunia penulisan untuk membuat artikel yang berbobot dan layak muat di media massa.

Ditegaskannya, pekerjaan menulis itu tak hanya untuk mereka yang berbakat menulis. Setiap orang berpotensi menjadi penulis asalkan dia memiliki niat dan kemauan keras dan bersedia pula bertekun menulis setiap harinya. Bakat hanya berperan 10 persen dalam menentukan kesuksesan, sisanya, 90 persen adalah kerja keras. Oleh karena itu, jangan terlalu mempedulikan bakat. Karena, latihan menulis yang berkesinambunganlah yang akan mengantarkan seseorang menjadi penulis handal. Tanpa berlatih menulis secara kontinyu mustahil seseorang menjadi penulis kendati pun dia adalah keturunan penulis terkenal. 
Sudaryanto menyebut artikel sebagai jenis karya tulis yang dipublikasikan di surat kabar atau majalah (baca: media massa). Artikel, sebagaimana dikatakan penulis buku ini, dapat digunakan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur publik. Tidak salah jika ada orang yang menganggap artikel sama dengan opini di surat kabar. Alasannya, kedua-duanya bersifat aktual, karena isunya diangkat dari persoalan dalam masyarakat/publik. Dengan mengutip Sumadaria (2004), dikatakan bahwa ada lima syarat untuk dapat menjadi penulis artikel. Ke lima syarat itu, yakni (a) kemampual teknikal, (b) mental, (c) reading habit, (d) intelektual, dan (e) sosiokultural. Kemampuan teknikal dimaksudkan adalah kemampuan menggunakan alat teknologi, seperti komputer, laptop, notebook, atau e-mail (surat elektronik). Kemampuan ini menjadi penting, karena belakangan ini semua media massa mensyaratkan pengiriman artikel melalui e-mail. Kemampuan mental merujuk pada tekad, semangat, dan kemauan keras untuk terus belajar disertai sikap pantang menyerah (hal. 36). 
Kebiasaan membaca (reading habit) adalah persyaratan mutlak bagi seorang penulis. Tanpa kebiasaan membaca, niscaya seorang penulis akan mentok karier penulisannya. Membaca harus sudah menjadi menu harian seperti halnya makan dan minum. Oleh karena itu, calon penulis atau penulis pemula mesti rajin meluangkan waktu untuk membaca beragam referensi: koran, majalah, buku dan jurnal, dan fenomena-fenomena yang terjadi di dalam masyarakat. Dengan kata lain, ia harus senantiasa mengisi amunisi pengetahuannya sebelum membidik para calon pembaca melalui artikel-artikelnya. 
Kemampuan intelektual dimaksudkan sebagai kemampuan menyajikan tulisan yang tersusun secara logis, sistematis, dan analitis. Disertakan pula referensi yang sifatnya aktual dan relevan. Karena, pada hakekatnya, menulis merupakan kegaiatan kreatif berbasiskan intelektualitas. Selanjutnya, kemampuan sosiokultural dimaknai sebagai kemampuan penulis untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial. Dari lingkungan sosial itu, melalui diskusi-diskusi formal dan informal, seorang penulis akan memperoleh ide-ide cemerlang sebagai bahan tulisan. 
Berbicara tentang syarat-syarat pengiriman artikel, penulis buku ini menyebutkan 8 syarat. Dari ke delapan syarat itu, dua diantaranya sangat penting. Pertama, topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang sifatnya aktual, relevan, dan menjadi persoalan dalam masyarakat. Kedua, artikel yang ditulis haruslah mengandung hal-hal baru yang belum pernah dikemukakan penulis lain (hal. 45). Dianjurkan pula agar sebelum mengirimkan tulisan ke media massa, penulis melakukan pengeditan (editing) terhadap naskahnya. Redaksi media tak akan bersedia memuat artikel ‘asal jadi’. Bisa jadi, sebelum dibaca seluruhnya, tulisan itu akan dibuang ke bak sampah alias ditolak. 
Di samping membeberkan tentang cara menulis artikel yang sifatnya teknis, Sudaryanto mengetengahkan mengenai peluang dan hambatan menulis artikel. Yang dimaksudkan sebagai peluang adalah peluang menulis di surat kabar dan majalah. Kalau seorang penulis handal pintar menangkap peluang itu, bukan mustahil ia akan menembus income Rp.2,5 juta per bulan, bahkan lebih. Itu kalau ia berhasil menembus koran nasional dengan 5 tulisan saja setiap bulannya (rata-rata per artikel dibayar Rp.500 ribu). Cukup menarik, bukan? 
Kendati peluang demikian terbuka untuk menulis di media massa, toh masih banyak penulis yang mengalami hambatan dalam karier penulisannya. Sebutlah misalnya, ia malas membaca, malas pula belajar menulis, serta tidak peka terhadap isu-isu terkini. Di samping itu, ketatnya persaingan menembus media massa dan ketidakmampuan melihat karakter, visi, dan misi media, juga bisa menjadi hambatan. Hanya penulis yang punya niat kuat dan bersedia bertekun di bidang tulis-menulis tanpa pernah putus asa yang akan berhasil menjadi penulis sukses. 
Buku bercover dasar kuning dengan gambar lembaran-lembaran uang seratus ribuan rupiah dan setumpuk koran ini memang layak dibaca, terutama oleh mereka yang bercita-cita menjadi penulis atau penulis pemula. Bahasanya sederhana dan mengalir sehingga mudah dicerna oleh pembaca dari berbagai latar belakang pendidikan. Yang membuat buku ini berbeda diantara buku-buku sejenis adalah daya gugahnya yang besar. Setelah seseorang membacanya, besar kemungkinan dia akan semakin bergairah menjadi penulis. Belum lagi bonus yang dilampirkan pada bagian akhir buku ini yang berisi daftar alamat surat kabar dan majalah, contoh penulisan surat pengantar artikel, dan hari-hari penting internasional dan nasional. (*) 
Read more ...

Resensi Buku : Menjadi Siswa Hebat

Oleh I Ketut Suweca

Judul buku : 3 Langkah Mudah Menjadi Bintang Kelas
Pengarang : Syaiful Erfad
Penerbit : Garailmu
Edisi : Pertama, tahun 2009
Halaman : 208 halaman

Buku-buku SD, SMP dan SMA pada umumnya adalah buku-buku pelajaran sekolah. Demikian juga buku untuk mahasiswa, yang lebih banyak yang textbook. Kalau ada buku di luar mata pelajaran/kuliah, itu pasti relatif jarang, kecuali novel. Buku penunjang sukses belajar terbilang amat langka diterbitkan. Mungkin penerbit khawatir buku jenis ini tidak laku di pasaran sehingga bisa merugi. Oleh karena itu, para penerbit cenderung menerbitkan buku yang sudah pasti dipakai di sekolah/kampus, yaitu buku-buku textbook tadi.
Di tengah-tengah kelangkaan buku penunjang belajar, lantas terbit buku bertajuk
tentang langkah mudah menjadi seorang bintang kelas. Ini pertanda baik. Bagaimanapun juga kehadiran buku ini akan menjadi penggugah bagi siswa untuk berjuang mencapai cita-citanya dimulai dari sekolah. Buku yang seukuran novel ini diperuntukkan bagi siswa, tapi baik juga untuk para orang tua dan guru. Bagi siswa, mereka dapat menyimak langsung buku ini dan mempraktekkan isinya, sedangkan bagi para orang tua dan guru, buku ini dapat menjadi pedoman yang cukup berharga manakala hendak membimbing putra-putri/siswanya meraih prestasi belajar di sekolah. Jadi, buku ini cocok untuk siswa dan cocok juga untuk para orang tua dan guru.
Apa yang dapat dipelajari pembaca dari buku karya Syaiful Erfad ini? Dalam bagian prolog, penulis memaparkan dua hal penting yang mesti menjadi pegangan para siswa. Pertama, untuk menjadi bintang kelas, seorang siswa harus berusaha lebih keras daripada siswa lain. Dengan usaha yang lebih keras, ia diharapkan dapat berprestasi lebih baik, di atas prestasi siswa lainnya. Kedua, menjadi bintang kelas itu adalah pilihan. Boleh saja seseorang tak mau atau tak ingin menjadi bintang kelas dengan beberapa alasan. Tapi, bagi sebagaian besar siswa tentu menjadi bintang kelas adalah idaman. Jadi, menjadi bintang kelas itu adalah pilihan dan karena sudah menjadi pilihan maka harus ada tekad bulat dan usaha keras untuk mencapainya.
Sesuai dengan judul buku, disebutkan ada tiga langkah yang harus dilakukan oleh para siswa jika berniat menjadi bintang di kelas. Ketiga langkah ini berkenaan dengan tempat dimana upaya itu dilakukan dan kapan seorang siswa harus menghimpun segenap upaya untuk meraih sukses belajar. Langkah pertama adalah saat belajar di sekolah. Di sekolah, siswa diharapkan pintar memilih tempat duduk. Hindari duduk di tempat yang membuat sulit membaca tulisan di papan tulis atau sulit mendengar suara guru dengan jelas. Nasehat penulis buku ini, “di dalam kelas, carilah tempat duduk yang paling nyaman. Gunakan indera penglihatan dan indera pendengaran sebagai alat ukur”. Di samping itu, memilih sahabatpun disarankan oleh penulis buku ini. Katanya, “seleksilah sahabatmu karena ia seperti pasangan hidup yang melipatduakan kegembiraan dan memotong kesedihan menjadi separonya. Ia juga memiliki andil dalam prestasi yang kamu raih”. Lebih detail lagi, bagaimana memperhatikan penjelasan guru di depan kelas diterangkan dalam langkah pertama ini. Dikatakan, agar dapat maksimum dalam menyerap pelajaran, siswa mesti memperhatikan gerak bibir guru ketika ia menerangkan di depan kelas. “Hadirkan jiwa, raga, pikiran dan hati”, tulisnya seraya mengatakan bahwa hal itu untuk membantu pikiran fokus. Bahkan, cara mencatat yang baik pun dikemukakan dalam buku ini. Ia menganjurkan para siswa memiliki ketrampilan mencatat dengan baik, karena cacatan adalah alat untuk mengingat kembali ilmu yang telah diperoleh.
Langkah kedua adalah saat belajar di rumah. Apa yang harus dilakukan oleh si calon bintang kelas? Sediakan waktu untuk belajar pribadi di rumah paling sedikit satu jam. Siswa harus menentukan sendiri waktu wajib belajar dan waktu cadangan belajar. Waktu wajib belajar itu disesuaikan dengan saat kapan tidak ada gangguan dan bisa berkonsentrasi dengan penuh. Waktu cadangan belajar juga diperlukan untuk mengantisipasi kalau waktu wajib belajar tak bisa dipenuhi karena suatu kegiatan yang penting atau mendadak harus dilakukan. Sebelum belajar dan setelah belajar usai, dianjurkan untuk berdoa. “Berdoalah kepada Tuhan. Mintalah ilmu-Nya karena sesungguhnya semua ilmu itu milik-Nya. Bila Tuhan tidak memberikan ilmu-Nya, maka sekeras apapun kita berusaha, ilmu itu tidak akan pernah kunjung kita dapatkan”, begitu nasehat penulis buku ini. Ada beberapa lagi resep sukses belajar di rumah yang disajikan dalam buku ini.
Langkah ketiga adalah saat menghadapi ujian. Apa strategi yang dianjurkan dalam menghadapi ujian? Bila belajar di sekolah itu diibaratkan seperti orang sedang melakukan perjalanan, maka ujian adalah pintu gerbang pemeriksaan. Pintu gerbang yang harus dilewati oleh setiap pelajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan akademik dan tingkat pengetahuan pelajar setelah mengikuti proses belajar di sekolah. Diperlukan niat yang tulus dan lurus dalam menyongsong ujian: bahwa ujian itu semata-mata sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Yang penting lagi adalah persiapan intensif. Persiapan intensif adalah persiapan secara sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai tertinggi. Dianjurkan oleh penulis buku ini agar para siswa memiliki jadwal khusus untuk belajar menyongsong ujian dengan memanfaatkan waktu yang tersedia dengan sebaik-baiknya. Beberapa metoda untuk membantu ingatan juga dipaparkan, diantaranya metode jembatan keledai, metode singkatan dan metode mengingat arti dan pendapat para ahli. Pada saat memulai ujian dan usai menjalani ujian, dianjurkan untuk berdoa.
Buku ini memang layak dibaca. Sebagian diantara materi buku ini mungkin sudah diketahui, apalagi oleh para guru. Akan tetapi, ada hal yang membuat buku ini unik dan cukup berharga untuk dibaca. Diantaranya, pemaparannya yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh siswa SMP sekalipun, yang dilengkapi pula dengan beberapa kisah nyata untuk mendukung topik-topik yang dibahas sehingga tidak menjemukan. Hal yang unik, buku ini menganjurkan si pembelajar untuk senantiasa berdoa, sebelum dan sedudah belajar, sebelum dan sesudah ujian. Ini sesuatu yang sering kita lupakan, bukan?
Read more ...

Resensi Buku : Mendulang Manfaat dari Aktivitas Membaca dan Menulis

Oleh I Ketut Suweca


Judul Buku : Mengikat Makna Update: Membaca dan Menulis yang Memberdayakan
Penulis : Hernowo
Penerbit : Kaifa, Bandung.
Edisi : I, Tahun 2009.
Halaman : xxxii + 213 halaman.


Pada bagian cover, penulis buku ini mencantumkan gambaran kepada pembaca mengenai apa saja yang dapat dipelajari. Hernowo, sang penulis, mengatakan ada empat langkah aktivitas membaca dan menulis. Langkah pertama, membangun ruang privat di dalam pikiran Anda. Langkah kedua, menyelenggarakan kegiatan membaca dan menulis secara bersamaan. Langkah ketiga, berusaha sekuat daya untuk meraih makna.
Lumayan menyenangkan membaca buku hasil karya seorang penulis yang sudah melahirkan 24 buku ini. Pembaca seakan-akan diajak bergembira dan bersantai sembari membaca. Di sela-sela untaian kalimat demi kalimat dalam bahasan utamanya, penulis menyisipkan beberapa karya grafis/gambar yang lucu yang dipandang relevan dengan isi buku. Ada pula cuplikan-cuplikan berbagai buku sumber yang, menurut penulis, relevan dengan isi buku yang mungkin dimaksudkan untuk menambah wawasan para pembaca. Kalau, misalnya, pembaca berkeinginan untuk menambah pengetahuannya di dalam topik tertentu, dengan cuplikan itu, pembaca mungkin saja bisa tergugah untuk mencari buku sumber tersebut. Beberapa sketsa juga ditampilkan. Di samping sekadar untuk variasi sehingga tidak terkesan monoton, dengan sketsa itu penulis mungkin mengharapkan para pembaca dapat segera menangkap topik-topik yang dibahas.
Dalam pembicaraan seputar langkah pertama, Hernowo mengatakan bahwa kegiatan menulis memiliki makna yang sangat kaya yang membuatnya tidak pernah bosan dalam menjalankan kegiatan menulis. Menurutnya, kegiatan menulis itu seperti sedang mengencangkan atau menyatupadukan ingatan. “Ketika saya menjumpai materi-materi sebuah buku yang mengesankan saya, materi-materi itu akan semakin melekat di dalam diri saya apabila saya menuliskannya dalam konteks mengikatnya,” tulis Hernowo (hal. 36). Ia juga mengatakan bahwa aktivitas menulis adalah kegiatan mengonstruksi, menata, memproduksi, menggambarkan, meengeluarkan dan membagikan ide-ide.
Pada langkah kedua yang membicarakan tentang “menyelenggarakan kegiatan membaca dan menulis secara bersamaan,” penulis buku ini mengatakan bahwa “membaca dan menulis bagaikan sepasang suami-istri yang dalam kesehariannya, masing-masing beraktivitas secara komplementer. Membaca akan menjadi kegiatan yang efektif apabila disertai menuliskan hal-hal yang terbaca. Bagitupun sebaliknya, menulis akan menjadi kegiatan yang efektif apabila didampingi oleh membaca. Dua aktivitas intelektual ini, yaitu membaca dan menulis, memang bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Namun, menggabungkan dua aktivitas tersebut secara bersamaan dan saling mendukung belum tentu dapat dilakukan setiap orang”.
Bagi penulis buku ini, menemukan buku yang bergizi sangatlah penting. Sebagaimana makanan yang bergizi, buku yang bergizi akan memberikan “kesehatan” dan tambahan “kekuatan” bagi rohani pembacanya. “Apalagi jika sang pembaca tersebut bertujuan mengeluarkan potensi menulisnya. Apabila dia dapat menemukan buku yang bergizi dan kemudian secara kontinyu dan konsisten membacanya, ada kemungkinan besar potensi menulisnya akan mengejewantah menjadi sebuah “kekuatan” yang tiada tara,” tulisnya (hal. 130).
Pada langkah ketiga tentang “sekuat daya untuk meraih makna”, penulis buku ini mengajak pembaca menggali makna dari berbagai hal yang terkait dengan diri. Diantaranya, mengeksplorasi makna nama diri, mengeksplorasi makna hari kelahiran, mrengeksplorasi makna masa kecil dan mengeksplorasi makna menetap di sebuah rumah. Di samping itu, pembaca juga diajak untuk mengeksplorasi makna belajar di sekolah, mengeksplorasi makna menjadi orang Indonesia serta mengeksplorasi makna menjadi diri sendiri. “Saya berpesan kepada Anda untuk bersegera mewariskan hal-hal berharga dalam kehidupan Anda lewat kegiatan menulis. Anda bisa memulainya dengan membaca kehidupan Anda lebih dahulu, kemudian Anda coba merumuskan hal-hal bermakna dari hasil kegiatan membaca Anda atas diri Anda”, demikian ajakan penulis buku ini
Seperti disebutkan di depan, buku ini banyak ‘accessoris’-nya. Ada gambar-gambar lucu, ada sketsa tulisan, ada petikan isi buku yang sejalan dengan isi tulisannya. Yang pasti, buku ini tampak bervariasi dan lumayan ramai perwajahannya. Terserah kepada Anda dalam menilai buku ini, karena yang terpenting adalah: adakah sesuatu yang baru dan berharga yang dapat Anda petik dari buku yang Anda baca?
Read more ...

Resensi Buku : Meraup Duit dari Blog Anda

Judul Buku : 7 Langkah Mudah Mencari Uang Lewat Blog
Penulis : Eko Nurhuda
Penerbit : Garailmu
Edisi : Pertama, Februari 2010
Halaman : 286 halaman.

Ini buku yang benar-benar baru. Terbit pertama kali pada Februari 2010. Buku yang sejenis dengan ini cukup banyak di pasaran. Akan tetapi, pada umumnya buku tentang blog yang beredar lebih banyak berisi teknik membuat blog dengan berbagai macam variasinya. Akan tetapi, buku karya Eko Nurhuda ini benar-benar beda. Ia tak sekedar menjelaskan bagaimana membuat blog yang berkualitas, tapi lebih kepada motivasi yang mengarah pada mindset pembaca. Ketujuh langkah yang dilakukannya mencerminkan hal-hal yang lebih substansial yang mengarah pada aspek pembentukan mental sang pem-blogger daripada sekadar persoalan teknis.
Buku ini terdiri dari 7 langkah mencari uang lewat blog. Kendatipun judulnya ‘mencari uang’, tapi di dalam buku ini ditegaskan agar jangan sampai motif mencari uang itu sebagai motif utama. Jangan pula niat supaya ‘cepat terkenal’ menjadi motif utama. Mengapa? Karena, dengan motif semacam itu, di samping orang tak akan sabar menjalani proses, juga bisa cepat putus asa. Motif yang baik dalam membuat blog menurut Eko Nurhuda adalah untuk memberikan pelayanan kepada orang lain melalui blog dengan sebaik-baiknya. Ia memberi contoh tentang sikap pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin. Motif mereka bukanlah demi kekayaan atau popularitas, melainkan ingin mempersembahkan mesin pencari yang lebih baik kepada para pengguna internet. “Teladanilah sikap para pendiri Google. Yang terpenting adalah melayani orang lain sebaik-baiknya. Lihat apa yang sedang dibutuhkan orang banyak saat ini, lalu cari cara untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan spirit melayani seperti ini, kita akan tertantang untuk selalu melakukan yang terbaik tanpa pamrih, tanpa memikirkan hasil yang diperoleh. Setelah memberikan yang terbaik, percayalah, penghasilan akan datang dengan sendirinya dari jalan yang terkadang justru tidak pernah diduga-duga sebelumnya”, ajak Eko Nurhuda, pengarang buku ini.
Lantas bagaimana memulai sebuah blog? Pembaca dianjurkan melakukan posting ke blog sendiri dengan tulisan-tulisan yang sesuai dengan minat. Hal-hal yang dikuasai dan diminati adalah tema yang menarik agar blogger merasa betah dan posting-nya bisa berlanjut. Jika orang memulai blog-nya dengan tulisan-tulisan yang sesuai dengan kesukaannya, dapat dipastikan ia akan dapat mengelola blog-nya dengan sungguh-sungguh dan senang hati. “Buatlah blog yang mengangkat tema sesuai dengan hobi dan minat. Anda dijamin tidak bakal kehabisan ide sebagai bahan tulisan. Selain itu, tulisan-tulisan yang dipublikasikan di blog tersebut juga akan memancarkan energi sekaligus ketulusan hati, karena Anda memang benar-benar menyukai apa yang Anda bahas. Dengan tulisan penuh ketulusan ini, mudah saja bagi Anda untuk menjalin readership, sebuah ikatan emosional yang dapat mengeratkan hubungan Anda dan para pembaca”, papar penulis buku ini (hal.40).
Lalu, bagaimana dengan tujuan Anda membuat blog? Ya, satu hal yang penting diperhatikan adalah ke mana arah dan tujuan blog Anda nantinya. Dan, seperti ditulis oleh Eko Nurhuda, tujuan itu menjadi penting, karena dengan menentukan arah blog Anda saat ini sama dengan menentukan mau jadi apa Anda nanti dengan blog itu. Istilah blogger kawakan, Lorell van Fossen : “Blogger are their blog. You made your blog and your blog made you”. (hal 41). Ada blogger yang membuat blog dengan tujuan untuk membangun branding sekaligus kepercayaan diri sebagai penulis sebelum masuk ke dunia penulisan di media mainstream. Jadi, blog ia jadikan sebagai ajang latihan untuk mengasah ketajaman analisisnya terhadap suatu fenomena. Ada juga yang membuat blog dengan tujuan mempromosikan kabupaten di mana ia tinggal, karena sadar kabupatennya masih sangat terbelakang.
Diingatkan oleh penulis buku ini, bahwa kalau Anda benar-benar mau menghasilkan uang melalui blog, lupakanlah semua hal yang Anda rasa bakal menyulitkan keinginan tersebut. Sebaliknya, fokuskanlah perhatian hanya pada tujuan yang hendak Anda capai. Jangan pernah mencari-cari alasan karena alasan adalah gerbang menuju kegagalan (hal 54).
Kalau di atas dibicarakan seputar maindset, langkah kedua dan seterusnya hingga langkah ketujuh isi buku ini banyak berbicara ke persoalan praktis di sela-sela sejumlah motivasi di dalamnya. Misalnya, bagaimana merencanakan sebuah blog. Penulis menyebutkan, ada tiga tipe blog yang bisa dimasuki atau dibuat., yaitu personal blog, hobbies blog, dan high demand niche market blog. Personal blog atau blog pribadi adalah blog tentang Anda sendiri. Tipe blog inilah yang biasa disebut sebagai online diary. Di dalamnya, Anda bisa menuliskan kehidupan sehari-hari, mulai dari hal-hal ringan sampai yang serius. Contohnya, blog TikaBanget.com dan Ndop.com. Kedua blog ini menampilkan kejadian-kejadian lucu dan menarik, sehingga ratusan komentar selalu mrnghiasi setiap posting di kedua blog itu.
Hobbies blog atau passion blog berisi seputar hal yang paling disukai pengelolanya. Prinsipnya tak banyak beda dengan personal blog. Hanya, di sini Anda membahas lebih spesifik pada satu bidang saja. Bisa itu hobi, keahlian Anda atau sesuatu yang sedang Anda pelajari. Kalau Anda hobi membaca, Anda cocok menulis tentang resensi buku yang Anda baca. Demikian pula kalau Anda tertarik dengan hal seputar koleksi uang lama, Anda bisa buat blog yang bertema numismatik. “Sebisa mungkin, kuasai semua hal yang berkaitan dengan langsung maupun tidak langsung dengan topik blog Anda. Jadikan diri Anda sebagai expert dalam bidang yang Anda angkat, karena bisa jadi suatu saat nanti blog Anda dijadikan rujukan utama seputar topik tersebut. Kalau sudah begini, bersiap-siaplah menjadi seorang ahli yang bakal sering dimintai waktu untuk sekedar berkonsultasi atau memberikan ceramah di pertemuan-pertemuan resmi.” (hal 62). Nice demand niche market blog boleh dibilang jenis blog paling serius. Ini adalah blog yang memang dikhususkan sebagai blog bisnis. Selain berisi artikel-artikel, blog seperti ini menawarkan berbagai produk yang berhubungan dengan topik blog.
Di samping merencanakan blog, membangun blog, meng-update blog secara berkala, mendatangkan pengunjung, penulis buku ini juga berbicara tentang bagaimana berinteraksi dengan blogger lain. Ajakan yang terpenting dalam kaitan ini adalah melakukan blogwalking, yakni rajin mengunjungi blog-blog lain dan memberikan komentar pada blog tersebut. Menurut penulis buku ini, ada sejumlah manfaat yang dapat dipetik dari blogwalking ini, yaitu untuk menambah wawasan dan pengetahuan, untuk mempromosikan blog sendiri, ‘mengintai’ blog sukses, dan mencari hiburan. Dengan melakukan blogwalking dan memberi komentar yang baik dan beretika, jaringan kita akan semakin luas, dan kunjungan balasan pun akan semakin banyak. Ini berarti blog kita itu akan mempunyai pengunjung atau pembaca tetap. Ingat, pada saat memberikan komentar, jangan lupa mencantumkan alamat blog Anda.
Kalau Anda telah berhasil membangun blog yang hidup dan terus berkembang, maka sudah saatnya Anda melakukan monetisasi blog. Untuk ini, Anda dapat mendaftar pada sejumlah program online earning, seperti Pay Per Click (PPC), Google Adsense, Kumpul Blogger, KlikSaya. com, dan banyak lagi. Dengan iklan yang masuk ke blog Anda, peluang untuk mendapatkan duit semakin besar. Kalau pembaca blog Anda meng-klik salah satu atau beberapa iklan yang Anda pasang, itu artinya uang tengah mengalir ke arah Anda. Tentang ini Anda dapat baca aturan mainnya pada masing-masing online earning.
Buku ini terbilang menarik karena memiliki kualitas isi yang bagus, bahasa yang sederhana sehingga mudah dicerna pembaca, dan yang terpenting: ada banyak hal baru yang pastinya akan Anda petik ketika membacanya. Asalkan Anda mengikuti ketujuh langkah sebagaimana disebutkan di dalam buku Eko Nurhuda ini, maka yakinlah Anda akan memperoleh income dari blog Anda. Nah, selamat membaca, mempraktekkan dengan telaten, tekun, dan sabar, dan selamat menikmati penghasilan dari blog Anda nantinya.
Read more ...

Resensi Buku : Era Baru Transformasi Diri

Drs. I Ketut Suweca, M.Si

Judul Buku   : Quantum Ikhlas: Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati
Pengarang    :  Erbe Sentanu
Penerbit        :  PT Alex Media Komputindo
Edisi             :  Ketujuhbelas, 2008
Halaman       :  236  halaman.

Ini satu lagi buku yang memberdayakan kekuatan hati dan pikiran untuk meraih kemajuan.  Kalau ditelusuri jumlah buku  yang mengambil aspek pikiran sebagai bahan pokok bahasan,  jumlahnya   sudah cukup banyak. Sebagian diantaranya merupakan karya penulis luar negeri. Akan tetapi, tidak banyak buku yang membicarakan soal  hati sekaligus pikiran sebagai jalan  mencapai kehidupan yang sepenuh-penuhnya. Di tengah-tengah kelangkaan tersebut, lantas hadir Erbe Sentanu dengan bukunya yang terbilang menarik ini. Karena unsur-unsur kebaruan dan dikemas dengan sedemikian apik, tak pelak buku ini langsung meledak di pasaran, menjadi salah-satu buku terlaris. Terbit pertama kali pada Mei 2007. Hingga Desember 2008 sudah mengalami cetak ulang ketujuhbelas kalinya.
Buku ini terdiri dari 9 Bab, pembicaraan dimulai dari seputar memasuki dunia quantum dan  memaknai arti quantum ikhlas dan berlanjut dengan tinjauan  yang lebih dalam tentang manusia (seharusnya) sebagai ciptaan yang sempurna karena lahir sempurna, manusia adalah super komputer hebat. Selanjutnya dibicarakan juga hukum tarik-menarik (The Law of Attraction) sebagai hukum kehidupan yang berlaku dengan pasti bagi setiap orang.  Disini dijelaskan bagaimana orang mendapatkan sesuatu yang selalu  dipikirkannya, meskipun dia tak menginginkannya. Ditulis pula bagaimana setiap orang dapat meng-apgrade otaknya dengan teknologi digital. Dipaparkan bahwa dengan teknologi, gelombang otak manusia dapat dituntun ke dalam kondisi meditatif sehingga dalam keadaan seperti itu terjadi perubahan pada pikiran bawah sadar sehingga perubahan mindset dapat dilakukan tanpa hambatan.
Pembahasan dilanjutkan dengan memaparkan seputar kekuatan pengaruh  perasaan. Merupakan persyaratan utama bahwa pikiran dan perasaan harus terhubung dengan baik. Ketika orang berada pada pikiran tertentu, maka perasaannyapun mesti enak atau berkesesuaian. Tidak boleh terjadi ketidakselarasan diantara keduanya. Di bagian ini dijelaskan bagaimana menyelaraskan  pikiran dan hati. Buku ini dilengkapi dengan CD Alphamatic Brainwave yang dapat membantu setiap orang untuk melakukan perubahan minset.  Dimulai dengan menciptakan kondisi meditatif melalui pergeseran gelombang otak ke tingkat alpha atau theta sebagai prasyarat bagi terjadinya perubahan pikiran bawah sadar yang menjadi langkah awal bagi seseorang dalam menanamkan pikiran yang selaras dalam  upaya mencapai kehidupan yang  sukses dan bahagia.

Pembahasan lalu berlanjut dengan mengungkap rahasia doa yang sangat efektif, serta ajakan untuk lebih banyak mensyukuri apapun karunia yang diberikan Tuhan dengan keikhlasan yang penuh. Dianjurkan untuk  banyak berlatih di zona ikhlas, dimana semua pikiran, perasaan , ucapan dan tindakan harus dilakukan dengan jujur dan rela. Kalau Tuhan bersama kita, adakah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan?

Banyak pujian yang dilayangkan kepada penulis buku ini, sebagai bentuk apresiasi  pembaca setelah menyimak isinya. Sarwono Kusumaatmaja berkomentar: “Banyak buku bergenre selfhelp yang telah ada, dan kebanyakan diantaranya berfokus pada metode positif thinking. Mengubah cara berpikir dengan memasuki kondisi kognitif itu baik, namun dalam taraf tertentu upaya itu  seolah mengabaikan sisi lain dari dimensi manusia, yaitu dimensi efektif, dimensi “hati.” Dalam buku Quantum Ikhlas ini, Erbe Sentanu mempertemukan kedua dimensi tersebut dengan lebih berani untuk menyentuh dimensi hati dalam arti yang lebih luas. Buku ini membantu kita masuk lebih dalam untuk mengenal dan kemudian menggali potensi-potensi yang ada di dalam diri kita sendiri.”
Ada  lagi komentar Rano Karno, sang seniman, yang mengatakan bahwa buku ini adalah buku motivasi yang lain daripada biasanya. Penuh pesan dan petunjuk praktis untuk menjadi orang yang sukses dengan mengandalkan kekuatan Allah. Sangat membantu kita mengenali diri dan menemukan kekuatan yang sudah dititipkan Allah di dalam diri kita. Seperti pesan saya terhadap semua orang selama ini, kita tidak perlu takut menghadapi hidup karena dengan bantuan-Nya, insya Allah,  semua orang bisa sukses dan selamat”.
Banyak orang telah membaca buku ini. Isinya tentang memanfaatkan pikiran dan perasaan yang dipadukan dengan teknologi digital,  mengantarkan banyak orang pada pengertian yang lebih gamblang bagaimana proses perubahan minset itu berlangsung. Jika dipraktekkan dengan susngguh-sungguh dalam kehidupan sehar-hari, niscaya akan mengantarkan siapapun menuju kesuksesan dan kekebahagiaan hidup. Jika Anda tertarik,  bacalah buku ini
Read more ...

Resensi Buku : EFEK PIKIRAN TERHADAP KESEHATAN

Drs. I Ketut Suweca, M.Si

Judul Buku : As A Man Thinketh
Pengarang : James Allen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Pertama, 2010
Halaman : vii + 203 halaman.

Ini buku terjemahan. Tetapi, judul di kulit depannya masih menggunakan judul aslinya dengan embel-embel : Maha Karya Inspirasional Klasik, Edisi Revisi untuk Abad ke-21. Terbilang buku yang sangat laris karena sudah terjual lebih dari 20 juta eksemplar di seluruh dunia. Sejatinya buku ini adalah bentuk gabungan dari dua buku, yang satu berjudul As A Man Thinketh dan yang lain bertajuk From Poverty to Power. Walaupun berasal dari dua buku yang berbeda, tapi isinya bernuansa sama, kedua-duanya sangat filsafati, berbicara tentang potensi insani, sehingga terasa nyambung satu dengan yang lainnya.

Seperti diungkapkan oleh Arthur R. Pell, Ph.D di dalam Pengantar buku ini, James Allen mungkin merupakan salah satu penulis motivasi pertama, seseorang yang benar-benar membuka pintu bagi sebuah gerakan yang dewasa ini yang disebut sebagai gerakan potensi insani, dan seseorang yang karya tulisnya menjadi mata air yang penuh dengan nilai-nilai filsafati. James Allen lahir di Leicester, Inggris pada tahun 1864. Sebagai anak yatim piatu, ia harus bekerja dan mendidik dirinya sendiri dan ketika dewasa ia mencari nafkah dengan bekerja sebagai pegawai administrasi. Ia keranjingan membaca dan mempelajari karya-karya penulis besar Rusia, Leo Tolstoy, serta kajian sains baru dari Charles Darwin dan para ahli seangkatan Darwin. Ia juga menenggelamkan dirinya ke dalam bacaan berbau agama, tak hanya agama Kristen yang merupakan agamanya, bahkan juga Budha, Hindu dan Konfusionisme. Tahun 1902 ia keluar dari pekerjaannya dan mulai menjalani profesi sebagai penulis. Ada sembilan belas karya tulisnya, dua diantaranya digabung dalam buku ini.

Apa saja pokok bahasan yang dituturkan Allen di dalam buku yang direvisi dan diperbaharui untuk abad ke-21 oleh Arthur R. Pell, Ph.D ini? Mari kita periksa bagian pertama yang berjudul As A Man Thinketh. Pada bagian ini Allen menguraikan keterkaitan pikiran dengan karakter, pikiran dengan keadaan, pikiran dengan kesehatan dan tubuh, pikiran dengan tujuan, dan pikiran dengan keberhasilan. Ia juga bertutur tentang visi, cita-cita dan keheningan. Pada topik tentang pikiran dan karakter, ia menegaskan bahwa setiap diri manusia terbentuk dari apa yang dipikirkannya. “Karakter kita merupakan hasil dari semua pikiran kita. Seperti tanaman yang tumbuh dari dan tidak mungkin tanpa benih, begitu juga setiap tindakan kita berasal dari benih pikiran kita yang tak tampak, dan tindakan itu tidak mungkin muncul tanpa benih pikiran itu. Tindakan adalah mekarnya pikiran, dan kegembiraan serta penderitaan adalah buahnya. Jadi, kita memanen buah manis atau pahit dari hal yang kita tanam sendiri. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika benak kita dipenuhi oleh pikiran jahat, kita akan menderita kesakitan; jika pikiran kita murni, kegembiraan akan mengikuti,” tulis Allen (hal. 5).

Dalam hubungan antara pikiran dengan kesehatan, Allen bertutur bahwa penyakit dan kesehatan berakar di pikiran. Pikiran yang sakit, kata Allen, akan mewujud tubuh yang sakit. “Pikiran yang dipenuhi rasa takut dikenal sebagai pembunuh kilat, secepat peluru yang menembus tubuh seseorang. Pikiran semacam itu terus membunuh ribuan orang secara pasti, meskipun kecepatannya sedikit berkurang. Orang yang hidup dihinggapi rasa takut akan penyakit adalah orang yang justru akan mendapatkan penyakit itu. Rasa cemas dengan cepat mendemoralisasi keseluruhan tubuh dan membuatnya rentan terjangkit penyakit. Sementara, pikiran kotor, meskipun tidak diwujudkan secara fisik, akan segera menghancurkan sistem syaraf,” tegas Allen. Serlanjutnya dikatakan, bagi mereka yang hidup dengan saleh, semakin berumur, mereka akan semakin tenang, damai dan lemah-lembut, seperti matahari yang terbenam (hal.25)

Pada bagian kedua buku ini yang berjudul From Poverty to Power, James Allen mengawalinya dengan sebuah puisi di bagian Kata Pengantar bukunya, seperti berikut ini: Biarkan cemerlang cinta bersinar di hati/Datanglah sekarang ke keceriaan, damai, dan tetirahmu/Usir bayangan kelam keegoisan diri/ Dan sekarang dan selama-lamanya, engkau benar-benar diberkati.

Terdapat empat topik singkat yang ditulis Allen pada bagian kedua bukunya ini. Diantara topik tersebut, banyak hal yang menarik, antara lain topik tentang rahasia kebahagian yang melimpah dan kekuatan meditasi. Berbicara tentang kebahagiaan yang melimpah, ia menulis betapa banyak orang salah mengartikan kebahagiaan itu. “Semua orang, kecuali yang telah masuk ke jalan kearifan, percaya bahwa kebahagiaan hanya bisa diperoleh dengan pemuasan nafsu. Kepercayaan inilah, yang berakar dari kebodohan dan keinginan egois yang terus dipupuk, yang menjadi sebab semua kesengsaraan di dunia”, paparnya. Kebahagian dikatakannya sebagai keadaan pemenuhan sempurna rohani, yaitu suka cita dan kedamaian, dan dari situ semua nafsu dihapuskan. Kepuasan yang dihasilkan dari pemenuhan nafsu tidaklah berlangsung lama dan hanya seperti ilusi serta selalu diikuti oleh keinginan untuk lebih dipuaskan. “Kebahagiaan akan berlimpah datang kepada engkau jika engkau tidak lagi mementingkan diri sendiri. Ketika engkan ikhlas kehilangan hal-hal fana yang sangat engkau sayangi dan suatu hari akan diambil darimu, engkau akan mendapati bahwa hal yang semula tampak menyakitkan bagimu ternyata menjadi kebahagiaan luar biasa bagimu”, tulisnya.

Tatkala berbicara mengenai kekuatan meditasi, Allen memulainya dengan menulis bahwa meditasi spiritual adalah jalan setapak menuju keilahian: merupakan tangga mistis yang menjulur dari bumi ke surga, dari kesalahan ke kebenaran, dari penderitaan ke perdamaian. Allen menulis, ”Katakan pada saya apa yang sering engkau pikirkan secara intens. Dan ke arah itulah jiwamu akan berpaling di saat-saat heningmu. Dan saya katakan kepadamu, ke tempat penderitaan atau perdamaian engkau akan menuju, dan apakah engkau bertumbuh menjadi sama dengan Ilahi atau hewani”. Terkait dengan meditasi ini, James Allen menganjurkan pembaca untuk memilih waktu yang tepat untuk bermeditasi. Waktu terbaik adalah dini hari ketika jiwa keheningan masih sangat kuat. Ia juga menganjurkan untuk menyingkirkan kelesuan dan kemanjaan. Bangkit secara spiritual juga berarti bangkit secara fisik dan mental. Orang malas dan manja, kata Allen, tidak bisa memperoleh pengetahuan kebenaran. Terkait dengan hal ini, Allen dengan puitisnya menulis : Ketinggian oleh orang-orang besar dicapai dan dipertahankan/ Tidak diraih dengan sekali usaha/ Namun mereka, ketika yang lain masih terlelap/Mendaki ke atas di malam gelap.(hal. 136).

Yakinlah bahwa Anda tak akan rugi membeli dan membaca buku ini. Nilai spiritual, psikhologis dan philosofis yang dikandungnya benar-benar akan mampu menyegarkan jiwa Anda. Buku ini penuh dengan inspirasi, sehingga sangat pantas kalau menjadi best seller internasional. Bacalah. Anda akan mendapatkan nilai kerohanian yang luar biasa darinya. Anda pun pantas menyampaikan terima kasih. kepada James Allen atas pemikirannya yang luar biasa ini. Itu kalau dia masih hidup. Tak apalah, karena ucapan terima kasih juga dapat diwujudkan dengan membeli dan membaca buku ini dengan sungguh-sungguh. Anda setuju?
Read more ...